Selasa, 16 Desember 2008

pagi dengan rintik

Selamat pagi jelang siang, pagi beranjak siang yang eemmm.....baru (juga) beranjak terang, setelah beberapa jam yang lalu terbungkus rintik-rintik yang mengundang selera untuk menarik lipatan selimut lagi. Emm...kalau tidak ingat hari ini adalah Selasa, dan hari ini bukan hari electrical shut down seperti minggu lalu :D pasti aku akan langsung berbalik begitu kubuka pintu rumah -yang masih terasa berat, apalagi dalam cuaca dingin pagi tadi- rintik2 hujan ngeprul menjadi penggoda jiwa tersendiri untuk berangan-angan, andai saja...hari ini hari libur.

Ah mudah-mudahan saja tidak turun hujannya, paling tidak sampai aku tiba di Lawang Gintung no 89 sana. Selanjutnya sih hujan deras pun tak masalah... :D karena pastinya keadaan akan lebih aman terkendali kalau hujan heheheh....

Tiba-tiba aku harus meringis karena mual yang tiba-tiba datang lagi tadi pagi,
"kenapa?" laki-laki yang sedang memakai sepatu cokelatnya itu melihat ekspresi wajahku.
"mual.." jawabku
"minum air putih atuh" advice nya bak seorang dokter :D
"udah.." jawabku pelan, karena si ete' duduk disebelahnya, aku berharap dia tidak mendengar pembicaraan kami.
Tentu saja harapanku sia-sia karena jarak kami terlalu dekat..
"kenapa?" tanyanya...
"mual" jawabku...
"ah.....jadi nih" ucapnya seraya tersenyum penuh arti...
"hehehheh...jadi, jadi berangkat kerja" jawabku mencoba plesetan,
"Berangkat ya Teh.." pamitku, seraya mencium punggung tangannya.

"sang, gerimisnya agak gede loh..." ujar lelaki yang ku peluk dari belakang itu, suaranya berbaur dengan suara mesin si supra 97.
"iya ya, males pake mantel padahal" jawabku, sambil menyeka titik air yang jatuh ke pipiku.
"Pake ya!" pintanya plus menasihati.
wwah...butiran gerimis memang lebih besar, daripada sewaktu baru berangkat dari rumah.
Wah..gerbang -belakang- stasiun sudah terlihat. Begitu 2 roda F4542UE itu berhenti berputar, aku bergegas turun dari joknya.
Cukup 1 menit sepertinya, aku sudah lengkap dengan seragam -yang kalau sahabatku bilang- astronot, berwarna biru kombinasi biru tua dan muda.
"Berangkat ya..."pamitku sembari menyodorkan tangan menjabat tangan besarnya dan kucium punggung tangannya.
"Hati-hati ya" pesannya saat mengecup keningku.

Dan..bernagkatlah aku dengan seragam astronot ku :D
Emmm....
butiran-butiran gerimispun perlahan mengecil dan tak tersisa saat gerbang biru itu bergeser begitu motorku melewati garis sensornya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar