Jumat, 19 Desember 2008

istana dimensi di beranda today

Apa yang telah kulakukan...??aku tidak percaya, aku bahkan mampu mebuat sajian termanis baginya. Aku menatap manik matanya, dan masih mendapatkan apa yang selama ini memang selalu ku dapatkan. Ada perasaan tak berdaya menerima uluran tangannya,
"..aku hanya ingin mengunjungi istana dimensi kita, sebentar..saja"
aku ??hanya mampu berharap sennyum yang kuusahakan sewajar mungkin akan menghapus keinginannya..
"kita duduk di beranda dulu yuk, lihat pagi nya masih begitu biru..dan anginnya terlalu semilir untuk dilewatkan"
Untunglah rumputnya masih hijau, hingga cukup pantas untuk kami duduki.
Di belakang, istana nya kokoh berdiri berselimut debu..
kami larut dalam bincang yang entah telah berapa lama kami tak lagi melakukannya bersama-sama...
Waktu datang dengan sopan, mengingatkan bahwa sang raja telah terlalu lama meninggalkan dunianya. Sosoknya lalu terbang bersama anak-anak waktu yang memperkenalkan diri sebagai detik...
Aku menggerutu...bahkan aku ternyata masih terlalu pintar memainkan sandiwara ini...

Kamis, 18 Desember 2008

Istana Dimensi

Aku telah lama tak menyambanginya lagi, entah enggan atau tak sempat. Mungkin karena aku sudah punya istana sendiri yang meski tak megah, tapi sungguh..itu sungguh lebih dari cukup buatku. Tak berkilau menyilaukan, tak transparan menggoreskan.
:)
Akhir-akhir ini aku mulai menerima kedatangan raja istana dimensiku, aku..mencoba menjadi seperti saat aku masih menjadi ratu dimensiku. Dan aku salah...karena aku ternyata tak lagi sama. Karena aku tak lagi bisa berpura-pura menjadi ratunya lagi.
Aku terus melukai kisi-kisi hatiku, bertahan menjaga agar raut itu tak berubah berona luka.
Ah....
aku pernah berpikiran untuk pergi saja..
hingga satu tatapan matanya menyapaku, meminta pengertian untuk jangan pernah pergi.
Aku meradang!! aku hanya mampu meradang sendiri atas ketak mampuanku mengalahkan rasa iba di hatiku.
Aku meradang !! aku hanya mampu meradang sendiri atas ketak tegasanku menampik kehadirannya.
Bahkan untuk sekedar mengusirnya pulang...??!! mana aku punyai kekuatan itu..
Dimensi..dimensi...
aku bahkan tak tahu masihkah rumput itu hijau seperti saat aku dengan senang hati merebahkan kepala sekedar berleha, menikmati bunga-bunga nya nan indah bermekaran menjadi pengobat luka cinta yang kadang membiru rindu saat sang raja tak juga pulang.
Dimensi..dimensi ..
masihkan kilau-kilau dinding kacamu mampu menampilkan keindahan didalamnya?
ah..aku bahkan lupa kapan terakhir membersishkan kacanya..mungkin sekarang sudah sangat berdebu..
Ah..dimensi..
aku hanya mampu menjadikanmu museum karena aku tak mungkin lagi mendiaminya. Istanaku jauh lebih penting untukku tata,
bukan..bukan..bukan berarti kau tak penting...jauh jauh lebih penting dari kenangan manapun, karena kau kenangan terindahku....

Selasa, 16 Desember 2008

Siang masih bersama rintik

Selasa 161208
14.58

Gak sengaja buka email yahoo yang entah berapa abad :D tidak pernah log in lagi..
wow !! ada 1345 inbox..
isinya friendster semua sih..
Emm....dan semuanya langsung ke delete, menuh-menuhin doank sih
gak penting !! :D

Ada folder draft, iseng ku klik...
satu judul menarik perhatianku :

Limited Edition Story
Wed,
July 18, 2007

semalam seseorang mengatakan sesuatu padaku:
"gw gak mau lihat lu kayak dulu lagi,
sedih,
padahal gw sangat berharap banyak saat
gw lihat binar-binar bahagia di mata lu
waktu bareng ama *d*.
Orang tidak akan mudah begitu saja melupakan lu,
percayalah,
orang akan mudah mencintai lu
tapi tidak akan mudah melupakan lu.
seperti halnya gw,
lu bagi gw sahabat yang bener-bener sahabat
sahabat terbaik yang pernah gw punya.
temen gw yang paling cantik heheh..
gw orang pertama yang akan mati-matian ngebela perasaan lu
kehormatan lu,
Gw ada dibelakang lu untuk ngedukung lu
dan gw ada di barisan paling depan untuk ngelindungi lu.
Hadapi jangan cuma pake perasan sensitif lo,
pikirkan semuanya udah berjalan lama
gw ada buat lo, rik"

Thanks friend,
simpan ini sebagai cerita
dari buku limited edition kehidupan gw.
thank's for your support..



Ah/......Leo Heruyono itu nama lengkapnya,
dia sahabat sewaktu SMA, kakak kelas sih
waktu itu aku kelas 1 dia kelas 3,
wah kalau waktu SMA dulu aku gak berani manggil LEO saja
tentu pakai embel-embel KAK...
Leo juga tentu mengingatkan pada seseorang,
aih...
hehehehe....just remember kok,

Sekarang?? dimana dia (Leo)ya...??!!
aih....udah merrit juga kali tuh singa -ompong- satu
wekekekek....
Le...lu dimana sih sekarang?

pagi dengan rintik

Selamat pagi jelang siang, pagi beranjak siang yang eemmm.....baru (juga) beranjak terang, setelah beberapa jam yang lalu terbungkus rintik-rintik yang mengundang selera untuk menarik lipatan selimut lagi. Emm...kalau tidak ingat hari ini adalah Selasa, dan hari ini bukan hari electrical shut down seperti minggu lalu :D pasti aku akan langsung berbalik begitu kubuka pintu rumah -yang masih terasa berat, apalagi dalam cuaca dingin pagi tadi- rintik2 hujan ngeprul menjadi penggoda jiwa tersendiri untuk berangan-angan, andai saja...hari ini hari libur.

Ah mudah-mudahan saja tidak turun hujannya, paling tidak sampai aku tiba di Lawang Gintung no 89 sana. Selanjutnya sih hujan deras pun tak masalah... :D karena pastinya keadaan akan lebih aman terkendali kalau hujan heheheh....

Tiba-tiba aku harus meringis karena mual yang tiba-tiba datang lagi tadi pagi,
"kenapa?" laki-laki yang sedang memakai sepatu cokelatnya itu melihat ekspresi wajahku.
"mual.." jawabku
"minum air putih atuh" advice nya bak seorang dokter :D
"udah.." jawabku pelan, karena si ete' duduk disebelahnya, aku berharap dia tidak mendengar pembicaraan kami.
Tentu saja harapanku sia-sia karena jarak kami terlalu dekat..
"kenapa?" tanyanya...
"mual" jawabku...
"ah.....jadi nih" ucapnya seraya tersenyum penuh arti...
"hehehheh...jadi, jadi berangkat kerja" jawabku mencoba plesetan,
"Berangkat ya Teh.." pamitku, seraya mencium punggung tangannya.

"sang, gerimisnya agak gede loh..." ujar lelaki yang ku peluk dari belakang itu, suaranya berbaur dengan suara mesin si supra 97.
"iya ya, males pake mantel padahal" jawabku, sambil menyeka titik air yang jatuh ke pipiku.
"Pake ya!" pintanya plus menasihati.
wwah...butiran gerimis memang lebih besar, daripada sewaktu baru berangkat dari rumah.
Wah..gerbang -belakang- stasiun sudah terlihat. Begitu 2 roda F4542UE itu berhenti berputar, aku bergegas turun dari joknya.
Cukup 1 menit sepertinya, aku sudah lengkap dengan seragam -yang kalau sahabatku bilang- astronot, berwarna biru kombinasi biru tua dan muda.
"Berangkat ya..."pamitku sembari menyodorkan tangan menjabat tangan besarnya dan kucium punggung tangannya.
"Hati-hati ya" pesannya saat mengecup keningku.

Dan..bernagkatlah aku dengan seragam astronot ku :D
Emmm....
butiran-butiran gerimispun perlahan mengecil dan tak tersisa saat gerbang biru itu bergeser begitu motorku melewati garis sensornya.

Senin, 24 November 2008

selamat pagi

selamat pagi...my sunshine selau my sunshine,
selamat pagi, pagi yang bersemilir angin berbau basah mengandung rintik sisa subuh tadi,
emm....selamat pagi, pagi yang masih berselimut kabut tipis-tipis

Aku sedikit menyeret langkahku keluar dari pintu rumah yang sudah terasa lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya..memaksakan diriku membuka jok motor kesayangan kelahiran tahun 1997 silam, mengambil jaket dari plastik (atau bahan apa ya?yang pasti katanya untuk menahan air hujan sampai di tubuh) berwarna biru muda.
Rintik yang meski tinggal sisa-sisa tapi tentu cukup membuatku -meski- sedikit basah sampai di tempatku mengaplikasikan ilmu -yang di awal bulan kutukar dengan nominal rupiah-.
Ku rapatkan dengan menutup retsletingnya penuh sampai ujung leherku, emm...asyik nih kalau hari ini libur, baring-baring di kasur atau menonton tv sambil meneguk segelas teh hangat ditemani bakwan jagung yang baru dibuat wanita setengah abad lebih -yang juga telah melahirkan pendamping hidupku- tadi pagi. Emmm..bahkan wanginya saja masih membelai-belai syaraf penciumanku...Mataku berkedip-kedip bersama angan-anganku yang tiba-tiba saja berhamburan. Ehem...aku berdehem untuk mengusir bayang-bayang menggoda hasil ciptaanku sendiri..
Bismillah...ku genjot supra hitamku (terlambat service jadi tidak bisa di starter otomatis) menembus rintik yang tinggal satu-satu.

Senin, 17 November 2008

tautan hari ini


Mencoba melupakan hari-hari akan datang,
mencoba tak membayangkan pada bayang-bayang yaang selalu datang,
sampai aku menyadari bahwa ini tergantung padaku
aku telah berulang mencoba tapi aku tahu
ku kaabaa dengan sisa kekuatan yang masih kubungkus dengan rasa keinginan
untuk tetap bertahan pada hari-hari yang menjanjikan akan tetap menggoreskan kenangan-kenangan yang.....sama !!

aku telah ingin berdiri dengan segenap kekuatan
untuk melawan hati,
untuk melawan hari
agar tak ada lagi dirimu
karena aku ingin mencinta dengan sampurna
sampurna untuk hidupku,
hidupmu....
karena kita entah akan mendapat hari itu ataukah tidak pernah

aku mencoba
dan aku...mencoba untuk ....
aku..tuk pergi....